pENGERTIAN KERAGAMAN :

Keragaman adalah suatu  kondisi dalam masyarakat dimana terdapat perbedaaan2 dalam berbagai bidang terutamasuku bangsa, ras, agama, ideologi, budaya (masyarakat yang majemuk). keragaman dalam masyarakat adalah sebuah keadaaan yang emnunjukkan perbedaan yang cukup banyak macam atau jenisnya dalam masyarakat.

Keragaman berasal dari kata ragam . berdasarkan KBBI ragam berarti :

1. sikap, tingkah laku, cara 2. macam, jenis 3. musik, lagu, langgam 4. warna, corak 5. laras (tata bahasa)

Ada tiga macam istilah yang digunakan untk menggambarkan masyarakat yang majemuk yang terdiri dari ras, agama, bahasa dan budaya yang berbeda yaitu masyarakat pural, masyaraakat heterogen, dan masyarakat multikultural.

pluralitas : mengandaikan adanya hal-hal yang lebih dari satu (many)

heterogen : menunjukan bahwa keberadaan yang lebih dari satu itu berbeda-beda, bermacam-macam dan bahkan tidak dapat disamakan.

Multikultural :n inti dari multikulturalisme adalah kesediaan menerima kelompok lain secara sama sebagai kesatuan tanpa memperdulikan perbedaan budaya ,etnik, gender, bahasa maupun agama. multikulturalisme memberikan penegasan bahwa dengan segala perbedaannya itu mereka adalah sama di ruang publik, menekankan pengakuan dan penghargaan pada perbedaan.

Keragaman disini memiliki makna sebagai suatu kondisi dalam masyarakat dimana terdapat perbedaan-perbedaan dalam berbagai bidang, terutama suku bangsa dan ras, agama dan keyakinan, ideology, adat kesopanan, serta situasi ekonomi. Sedangkan kesederajatan memiliki makna sebagai suatu kondisi dimana dalam perbedaan dan keragaman yang ada manusia tetap memiliki satu kedudukan yang sama dan satu tingkatan hierarki.

Di Indonesia unsur keragamannya dapat dilihat dalam suku bangsa dan ras, agama dan keyakinan, ideologi dan politik, tata karma, kesenjangan ekonomi, dan kesenjangan sosial. Semua unsur tersebut merupakan hal yang harus dipelajari agar keragaman hal tersebut tidak membawa dampak yang buruk bagi kehidupan bermasyarakat di Indonesia.

Agama sendiri adalah satu hal yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan bermasyarakat. Dalam praktiknya fungsi agama dalam masyarakat adalah sebagai sesuatu yang edukatif yaitu agama secara yuridis berfungsi menyuruh dan melarang. Agama juga berfungsi sebagai penyelamat, perdamaian, sosial kontrol, pemupuk rasa solidaritas, transformatif (membawa perubahan), kretif, dan agama berfungsi sublimatif (perubahan ke tingkat yang lebih baik).

Dampak buruk dari tidak adanya sikap terbuka, logis, dan dewasa atas keragaman masyarakat tersebut antara lain adalah disharmonisasi (tidak adanya penyesuaian atas keragaman antara manusia dengan lingkungannya), perilaku diskriminatif terhadap kelompok masyarakat tertentu, eksklusivisme/rasialis (menganggap derajat kelompoknya lebih tinggi dari kelompok lain).

Untuk menghindari dampak buruk di atas, ada beberapa hal yang dapat dilakukan yaitu dengan meningkatkan semangat religius, semangat nasionalisme, semangat pluralism, semangat humanism, dialog antar- umat beragama, dan membangun suatu pola komunikasi untuk interaksi maupun konfigurasi hubungan antar agama, media massa, dan harmonisasi dunia.

Pengertian Kesetaraan

kesetaraan manusia bermakna bahwa manusia sebagai mahluk tuhan memiliki tingkat atau kedudukanyang sama . tingkatan atau kedudukan yang sama. tingkatan atau kedudukan yang sama bersumber dari pandangan bahwa semua manusia tanpa dibedakan adalah diciptakan dengan kedudukan yang sama yaitu sebagai makhluk mulia dan tinggi derajatnya dibanding makhluk lain, dihadapan tuhan , semua manusia adalah sama derajat, kedudukan atau tingkatannya. yang membedakannya adalah tingkat ketaqwaan manusia tsb terhadap tuhan.

pengertian kesederajatan

adalah suatu kondisi dimana dalam perbedaan dan keragaman yang ada manusia tetap memiliki suatu kedudukan yang sama dan satu tingkatan hierarki, kesederajatan adalah persamaan harkat, nilai , harga, taraf yang membedakan makhul yang satu dengan yang lainnya. kesederajatan dalam masyarakat adalah suatu keadaan menunjukan adanya pemeliharaan krukunan dan kedamaian yang saling menjaga harkat dan martabatnya.

Diskriminasi adalah setiap tindakan yang melakukan pembedaan terhadap seseorang atau sekelompok orang berdasarkan ras, agama, suku, etnis, kelompok, golongan, status, dan kelas sosial-ekonomi, jenis kelamin, kondisi fisik tubuh, usia, orientasi seksual, pandangan ideologi dan politik, serta batas negara, dan kebangsaan seseorang. Diskriminasi itu sendiri terjadi karena adanya persaingan yang semakin ketat dalam berbagai bidang kehidupan, adanya tekanan dan intimidasi yang dilakukan oleh kelompok yang dominan terhadap kelompok yang lebih lemah, ketidakberdayaannya golongan miskin akan intimidasi yang mereka terima sehingga mereka menjadi korban diskriminasi.

Selain diskriminasi juga terdapat problematika lain yang harus diwaspadai yaitu adanya disintegrasi bangsa. Ada enam faktor utama yang menjadi penyebab utama proses tersebut yaitu kegagalan kepemimpinan, krisis ekonomi yang akut dan berlangsung lama, krisis politik, krisis sosial, demoralisasi tentara dan polisi, dan intervensi asing.

Salah satu hal yang dapat dijadikan solusi adalah Bhineka Tunggal Ika yang merupakan ungkapan yang menggambarkan masyarakat Indonesia yang majemuk (heterogen). Masyarakat Indonesia terwujud sebagai hasil interaksi sosial dari banyak suku bangsa dengan beraneka ragam latar belakang kebudayaan, agama, sejarah, dan tujuan yang sama yang disebut Kebudayaan Nasional.

Perubahan sosial-budaya terjadi karena beberapa faktor yaitu faktor dari luar: (a) akulturasi yaitu meleburnya suatu kebudayaan asing ke dalam kebudayaan sendiri tetapi tidak menyebabkan hilangnya kepribadian; (b) difusi yaitu penyebaran unsur kebudayaan dari satu tempat ke tempat lain; (c) penetrasi yaitu masuknya unsur kebudayaan asing secara paksa sehingga merusak kebudayaan sendiri; (d) invasi yaitu masuknya unsur kebudayaan asing melalui masa peperangan/penjajahan; (e) asimilasi yaitu proses penyesuaian seseorang yang asing dengan kebudayaan setempat; (f) hibridisasi yaitu perubahan kebudayaan yang disebabkan oleh perkawinan campuran antara orang asing dengan penduduk setempat; (g) milenarisasi merupakan salah satu bentuk kebangkitan yang mengangkat golongan bawah yang tertindas. Sedangkan faktor dari dalam yang menyebabkan perubahan itu terjadi yaitu sistem pendidikan yang maju yang terdiri dari inovasi (pembauran unsur teknologi dan ekonomi dari kebudayaan), discovery (penemuan unsur kebudayaan yang baru), invention (perolehan hal baru yang dilakukan melalui usaha yang sungguh-sungguh), dan enkulturasi (suatu proses manusia mempelajari dan menyesuaikan alam pikiran serta sikapnya dengan sistem norma yang tumbuh di dalam masyarakat). Selain faktor pendidikan yang maju, faktor dari dalam yang mendasarinya perubahan sosial-budaya itu adalah adanya sikap menghargai hasil karya orang lain, adanya keterbukaan di dalam masyarakat, adanya toleransi terhadap perbuatan yang menyimpang, penduduk yang heterogen.

About these ads