Ruang Lingkup Ekonomi Internasional

  • Ekonomi Internasional :

a. mempelajari tentang barang produksi, distribusi dan konsumsi, jasa dan modal di seluruh dunia

b. hambatan hukum dalam menentukan Batas-batas nasional dan politik negara, linguistik, sosial dan mata uang untuk perdagangan serta kebijakan   ekonomi    yang berbeda.

c. Ekonomi Internasional memerlukan analisis ekonomi mikro dan mikro.

• Mikro ekonomi : mempelajari berbagai barang  produksi dan konsumsi dan jasa tertentu dan bagaimana industri dan pasar kerjanya
• Makro ekonomi : mempelajari pengoperasian seluruh ekonomi dan faktor-faktor yang menentukan output total perekonomian

Output perekonomian dunia :

•GDP (Produk domestik bruto)
•Dengan Nilai pasar dari seluruh barang dan jasa yang dihasilkan dalam suatu negara dalam periode waktu tertentu
•Perekonomian  dunia diukur sebagai jumlah dari PDB untuk setiap negara
•Diperkirakan sebesar $ 42000000000000 pada tahun 2006

nb :

BAB II

KONSEP DASAR PERDAGANGAN INTERNASIONAL

Pengertian Perdagangan Internasional

Perdagangan internasional adalah pertukaran barang dan jasa antara dua atau lebih negara di pasar dunia. Dewasa ini, hampir tidak ada negara yang mampu memenuhi semua kebutuhannya sendiri tanpa mengimpor barang/jasa dari negara lain. Contohnya Jepang, sebagai negara yang ekonominya kuat dan maju, masih mengimpor gas alam cair (liquid natural gas) dari Indonesia. Sedang Indonesia mengimpor barang-barang modal dari Amerika untuk keperluan pembangunan industri. Fluktuasi ekspor dan impor dalam perdagangan internasional tergantung pada faktor-faktor pendorongnya berikut ini.

 

Faktor Pendorong Perdagangan Internasional

Faktor-faktor yang mendorong terjadinya perdagangan antarnegara, diantaranya . (a) Keanekaragaman kondisi produksi, (b) penghematan biaya produksi/spesialisasi, dan (c) perbedaan selera.

(a)  Keanekaragaman Kondisi Produksi

Keanekaragaman kondisi produksi merujuk kepada potensi faktor-faktor produksi yang dimiliki suatu negara. Contohnya Indonesia,  memiliki potensi besar dalam memproduksi barang-barang hasil pertanian. Dengan kata lain, melalui perdagangan, suatu negara dapat memperoleh barang yang tidak dapat dihasilkannya di dalam negeri.

(b)  Penghematan Biaya Produksi/Spesialisasi

Perdagangan internasional memungkinkan suatu negara memproduksi barang dalam jumlah besar, sehingga menghasilkan increasing returns to scale atau biaya produksi rata-rata yang semakin menurun ketika jumlah barang yang diproduksi semakin besar. Jadi, apabila suatu negara berspesialisasi memproduksi barang tertentu dan mengekspornya, biaya produksi rata-ratanya akan turun.

(c) Perbedaan Selera

Sekalipun kondisi produksi di semua negara adalah sama, namun setiap negara mungkin akan melakukan perdagangan jika selera mereka berbeda. Contohnya, Norwegia mengekspor daging dan Swedia mengekspor ikan. Kedua negara akan memperoleh keunggulan dari perdagangan ini dan jumlah orang yang berbahagia meningkat.

 

TEORI Keunggulan Mutlak dan Komparatif

Suatu negara dikatakan memiliki keunggulan mutlak atas barang tertentu apabila negara tersebut mampu memproduksinya dengan biaya lebih murah dibandingkan negara lain. Manfaat perdagangan internasional dapat dijelaskan dengan dua teori, yaitu keunggulan mutlak dan teori keunggulan komparatif.

  1. Teori Keunggulan Mutlak (absolute advantage)

Contoh dua negara, Indonesia dan Jepang, sama-sama memproduksi beras dan . Kombinasi jumlah kedua barang yang dihasilkan berdasarkan banyaknya sumber daya yang digunakan diperlihatkan dalam tabel 2.1.

 

Tabel 2.1 Kemungkinan Produksi Indonesia dan Jepang

a. Tabel kemungkinan produksi Indonesia

PersentasiSumber Daya

Memproduksi Beras

ProduksiBeras

 

ProduksiTelevisi
100 1000 0
80 800 20
60 600 40
40 400 60
20 200 80
0 0 100

 

b. Tabel kemungkinan produksi Jepang

PersentasiSumber Daya

Memproduksi Beras

ProduksiBeras

 

ProduksiTelevisi

 

100 100 0
80 80 200
60 60 • 400
40 40 . 600
20 20 800
.0 0 1000

Dalam hal ini, apabila Indonesia dan Jepang melakukan perdagangan, maka kebutuhan beras dan televisi kedua negara bisa dipenuhi dengan lebih baik.

  1. Teori Keunggulan Komparatif (comparative advantage)

Teori keunggulan komparatif.mengatakan bahwa selama biaya relatif untuk memproduksi barang antara satu negara dengan negara lain berbeda, selalu ada potensi keunggulan yang bisa diperoleh dari perdagangan internasional, meskipun salah satu negara memiliki keunggulan mutlak dalam semua barang. Untuk lebih jelas, mari kita perhatikan contoh pada tabel 2.2.

Tabel 2.2  Kemungkinan produksi Indonesia dan Amerika

  1. Tabel kemungkinan produksi Amerika
PersentasiSumber Daya Yang Digunakan Memproduksi Alat Komunikasi ProduksiAlat Komunikasi

 

ProduksiMakanan

 

100 1000 0
80 800 20
60 600 40
40 400 60
20 200 80
0 0 100

b. Tabel kemungkinan produksi Indonesia.

PersentasiSumber Daya Yang Digunakan

Memproduksi Alat Komunikasi

ProduksiAlat Komunikasi

 

ProduksiMakanan

 

100 20 0
80 16 1
60 12 2
40 8 3
20 6 4
.0 0 5

Menurut teori keunggulan komparatif, dua negara masih bisa melakukan perdagangan meskipun salah satunya mempunyai keunggulan mutlak dalam memproduksi barang, asalkan biaya relatif untuk memproduksi barang di kedua negara tersebut berbeda

 

Manfaat Perdagangan Internasional

1.  Efisiensi

Melalui perdagangan internasional, setiap negara tidak perlu memproduksi semua kebutuhannya, tetapi cukup hanya memproduksi apa yang bisa diproduksinya dengan cara yang paling efisien dibandingkan dengan negara-negara lain. Dengan demikian, akan tercipta efisiensi dalam pengalokasian sumber daya ekonomi dunia.

2.   Perluasan konsumsi dan produksi

Perdagangan internasional juga memungkinkan konsumsi yang lebih luas bagi penduduk suatu negara.

3.   Peningkatan produktifitas

Negara-negara yang berspesialisasi dalam memproduksi barang tertentu akan berusaha meningkatkan produktivitasnya. Dengan demikian mereka akan tetap unggul dari negara lain dalam memproduksi barang tersebut.

5.   Sumber penerimaan negara

Dalam perdagangan internasional juga bisa menjadi sumber pemasukan kas negara dari pajak-pajak ekspor dan impor.

Kebijakan Perdagangan Internasional

Kebijakan perdagangan internasional setiap negara berbeda dengan negara lain. Ada negara yang memilih menjalankan kebijakan perdagangan bebas (free trade), ada yang memilih menjalankan kebijakan perdagangan proteksionis, dan ada pula yang memilih gabungan keduanya.

a)  Perdagangan Bebas

Perdagangan bebas adalah keadaan ketika pertukaran barang/jasa antarnegara berlangsung dengan sedikit ataupun tanpa rintangan.             Menurut aliran fisiokratis dan aliran liberal (klasik), liberalisasi perdagangan dapat memacu kinerja ekspor dan pertumbuhan ekonomi karena beberapa alasan berikut.

(1)         Perdagangan Bebas cenderung memacu persaingan, sehingga    menyempurnakan skala ekonomis dan alokasi sumber daya.

(2)         Perdagangan bebas mendorong peningkatan efisiensi, perbaikan mutu produk, dan perbaikan kemajuan teknologi sehingga memacu produktivitas faktor produksi.

(3) Perdagangan bebas merangsang pertumbuhan ekonomi secara  keseluruhan serta memupuk tingkat laba, tabungan, dan investasi.

(4)      Perdagangan bebas akan lebih mudah menarik modal asing dan tenaga ahli, laba, tabungan, dan investasi.

(5)      Perdagangan bebas memungkinkan konsumen menghadapi ruang lingkup pilihan yang lebih luas atas barang-barang yang tersedia.

 

b.   Perdagangan Proteksionis

Salah satu tujuan kebijakan perdagangan proteksionis adalah untuk meningkatkan daya saing produk diluar negeri. Menurut pengatur kebijakan proteksionis, nilai tukar (terms of trade) barang manufaktur, yaitu ekspor utama negara-negara maju, sering dinilai lebih tinggi dari nilai tukar barang primer, yaitu ekspor utama negara-negara berkembang. Itulah yang menjadi alasan utama timbulnya kebijakan perdagangan proteksionis.

Dalam kenyataannya, terdapat beberapa alat kebijakan perdagangan proteksionis yang digunakan oleh hampir semua negara. Beberapa diantaranya adalah tarif atau bea masuk, kuota, subsidi, dan larangan impor.

 

1) Tarif atau Bea Masuk

Tarif atau bea masuk adalah pajak yang dikenakan terhadap barang yang diperdagangkan baik barang impor maupun ekspor.

2)  Kuota

Kuota adalah batas maksimum jumlah barang tertentu yang bisa diimpor dalam periode tertentu, biasanya satu tahun.

3)  Subsidi

Subsidi terhadap biaya produksi barang domestik akan menurunkan harga, sehingga produksi domestik dapat bersaing dengan barang impor dan akan mendorong konsumen membelinya.

4)  Larangan Impor

Karena alasan-alasan tertentu, baik yang bersifat ekonomi maupun politik, suatu negara tidak menghendaki impor barang tertentu.

 

 

GLOBALISASI EKONOMI DAN PERDAGANGAN BEBAS

Pengertian Globalisasi

Globalisasi berasal dari kata global yang berarti keseluruhan. Globalisasi berarti proses masuknya sesuatu ke lingkup dunia. Sifat perubahan yang menyeluruh menjadi ciri khas dari globalisasi. Globalisasi merupakan kondisi objektif yang harus dihadapi sesuai dengan keragaman yang ada di masyarakat.

 

Perdagangan Bebas

Sistem perdagangan bebas, berarli setiap negara harus siap bersaing dalam produk sendiri dengan produk luar yang akan masuk dengan mudahnya.

Pengaruh Globalisasi Terhadap Perekonomian Nasional

Telah terjadi kemajuan pesat di bidang teknologi, informasi, komunikasi, dan transportasi dalam beberapa dasawarsa terakhir. Indonesia sedang mempersiapkan diri untuk memasuki era globalisasi dengan perdagangan bebas yang menjadi ciri utamanya, agar produk Indonesia tetap bisa bersaing dan tidak terpuruk oleh produk luar yang lebih baik. Oleh karena itu, badan usaha melakukan dua terobosan baik dari sudut pemasaran maupun dari sudut kemampuan perusahaan. Adapun terobosannya meliputi:

  1. Perusahaan harus memiliki dan mengembangkan sistem informasi pemasaran yang kuat dan efektif untuk memantau kegiatan lingkungan pasar agar dapat mengelompokkan dan menargetkan pasar secara tepat atau dengan perkataan lain memiliki perspektif global.
  2. Perusahaan harus fleksibel dalam mengantisipasi pasar global. Peralihan atau perubahan skala ekonomi mengharuskan perubahan investasi dan teknologi agar dapat menciptakan gagasan-gagasan ekonomi. Fleksibilitas itu bisa dicapai melalui kemampuan tingkat teknologi perusahaan, penyesuaian secara cepat dan tepat baik kualitas, kemasan, maupun kuantitas produk untuk dapat diterima secara global.

Peluang pasar global kini tidak hanya bisa diraih oleh bisnis berskala besar, tetapi juga oleh bisnis berskala kecil. Dalam kondisi demikian dunia usaha nasional yang berorientasi global bisa ikut menikmati peluang pasar secara tepat bagi produk yang ditawarkannya.

 

CATETAN:

Ekonomi Internasional : mempelajari tentang perdagangan antar Negara yang menjadi alatnya teori mikro dan makro

Alasan terjadinya perdagangan internasional ;

  1. Efisiensi biaya
  2. Perbedaan sumber daya alam

Cakupan ekonomi internasional, perbedaan dagang didalam suatu Negara berbeda dengan berdagang antar Negara karena adanya perbedaann mata uang, bahasa , hokum

Dalam cakupannya mempelajari produksi, distribusi, barang dan jasa dan model dalam jaringan yang luas.

Mikroekonomi Makroekonomi
Perilaku konsumen

Perilaku produsen

Struktur pasar

Pereekonomian secara individu

Output secara agregatif, konsumsi nasional, gdp

Perekonomiaan secara agregat

Output perekonomian dunia

  1. Gross domestic product (GDP)

Nilai pasar dari barang akhir dan jasa  yang diproduksi dalam suatu Negara  yang diberikan pada beberapa periode  waktu

  1. Perekonomian dunia dengan cara mengukur jumlah GDP  dari setiap Negara.

Ekonomi Dunia

Low income economic : perkapita gdp <$875

Middle : $ 875- perkapita GDP <$ 10.725

High : perkapita GDP > $10.725

 

Low income: 40% dari total populasi dan 4% total gdp

High income : 10% dari total populasi dan 8% ddari total gdp

 

Kontribusi dalam perdagangan

Low income : 3-4 % dari total perdagangan

High income : 75 % dari total perdagangan

 

 

 

IMPOR EKSPOR BARANG DALAM EKONOMI DUNIA

Kenaikan ekspor dapat menaikan gdp suatu Negara

ALiran modal dalam ekonomi dunia ;

  1. Modal portofolio

Uang masuknya dalam pembelian asset keuangan  investor asing

Contohnya : beli surat berharga, saham didalam suatu Negara

  1. Investasi asing langsung (FDI)

Perusahaan domestic membeli riil asset

Contohnya ; orang asing membuat pabrik di Indonesia

Tanaman/tanah, alat perlengkapan didalam suatu Negara

 

GLOBALISASI

–         Suatu ide dalam factor produksi internagsional yang menjadi bagian  penting dalam ekonomi.

–         Pengukuran globaliysasi dari rasio ekspor pada gdp

–         Apabila Negara dengan arsio ekspor pada GDP  tinggi maka Negara terebut akan semakin terbuka.

 

PERDAGANGAN INTERNASIONAL

–         Perbedaan perdagangan internasional dengan  perdagangan anatar daerah

  1. Sumber daya alam (*labour, capital, land) berbeda
  2.   internasional barang bias berpindah sedangkan factor produksi nya tidak
  3. Antar daerah keduanya bias berpindah

Perdagangan dalam keuntungan absolute(merkantilisme)

-Ekspor, banyak impor gak bias nol

-mengumpulkan emas

Dalam proteksi impor maka Negara tersebut menetapkan :

–         Tariff dan kuota agar neraca pergdagangan surplus

Contohnya  ; pekerja  dari us  lebih memproduksi  mesin  diindia lebih memproduksi ke pakaian ( Mmaka as  memiliki keuntungan absolute di mesin dan begitu dgn india

Jadi us dapat memperoleh pakaiana yang lebih murah dari india pun bgtu  , kedua Negara saling menguntungkan

 

Manfaat perdagangn : peningkatan produksi berdasarkan spesialisasi dan perdaganagn

 

Keunggulan komparatif (davd Ricardo)

–         1 negara mempunyai 2  barang keunggulan yang diperdagangkan

Misalnya : suautu Negara dalam memproduksi suatu barang memiliki opportunity cost yang lebih rendah dari Negara lain amaka ia  memiliki keunggulan comparative

 

 

Contohnya

  Mesin Paakaian Relative cost
Us 5 15 1m=3 p
india 1 5 1m=5p

Us : 1 mesin : 3p

I yard of cloth : 1/3 of mesin

India : 1 mesin  : 5 yard of cloth

1 yard of cloth : 1/5 of mesin

 

 

 

INTER INDUSTRI

Inter industry : barang beda sama sekali

Contoh : ekspor mobil,  impor computer

 

Intra industry : industrinya sama ekspor n impornya sama

 

Teori  proporsi factor industry ( hecker ohlin)

Asumsinya :

–         Produksi dan konsumsi berada dipasar persaingana sempurna, price taker

–         Ada dua Negara dan dua produk

–          Tidak hamabatan dalam perdaganagan

Dalam jangka panjang harga = biaya produksi

Harga ditentukan oleh supply dan demand pada pasar \

–         Konsumen memiliki selera,

–         Kedua Negara memiliki afaktor produksi yang homogen dalam  hal k (capital dan L labor

–         Teknologi produksi sama tidak ada yang lebih canggih

–         Skala pengembaliaan konstan , misalnya input nambah 2xoutput nambah 2x

–         Capital dan labor dapat berpindah

–         Perbedaan produk dari penggunaan sumber daya alam  mudah dan tenaga kerja. Produksi mesin memrlukan banyak modal

–         Kiita membedakan ketersediaan modal dan tenaga kerja. Misalnya us secara relative modal lebih banyak dan indi relative lebih banyak labor.

 

 

Prediksi modfel HOS

ASUMSI : –  TEKNOLOGI SAMA , maka apabila pada tingkat tertentu akan menghasilkan output yang sama

Jika kedua nnegara menjetapkan harga yang asama maka permintaan akan sama

Yang berbeda adalaah prpoorsinya dimana US memiliki modal yang besar india sehingaa us memiliki modal  yang besar india  sehingga us memiliki capital rasio yang lebih besar.

 

Sebelum berdagang kita menasumsikan bahwa :

Capital lebih murah di US karena memiliki modal yang berlimpah

Labor lebih murah di india karena memiliki modal yang berlimpah .

 

HOS prediksi

–         Jika upah lebih rendah kelebihan tenaga kerja  sehingga  opportunity cost untuk produksi labor dan barang rendah

–         Opportunity costnya rendah dinegara kelebihan modal.

The factor ptoportions thedrem suatu negyara memiliki keunggulan komparatif dan akan mengekspor barang yang mproduksinya secara relative berlimpah.

 

Factor price equalization dan distribution

–         Sebelum jika di amerika upahnya lebih mahal dari pada  india lama kelamaan setelah berdagangan tingkat upahnya menjadi sama

–         Begitu juga dengan jumlah produksi mesin lama kelamaan setelah berdagang sama di kedua Negara.

Summing up the HOS model

–         Pemilik factor produksi yang berlimpah akan menguntungkan apabila ada perdagangan, apabila yang langka  maka akan merugikan , sehingga perdagangan makan mendapatkan income bagi yang memiliki factor produksi berlimpah begitu sebaliknya.(theorem stolper-samuelson).

 

 

LEOTIEF PARADOX EMPIRICAL EVIDENCE ON THE HOS THEORY

Faktanya :

  1. Us bukanlah Negara yang modalnya berlimpah  seperti yang di saasumsikan

–         amerika  banyak mengimpor padat modal padahal teorinya amerika  mmemiliki barang padat modal yang berlimpah

  1. industry padat labor dilindungi oleh pemerintah
  2.  tenaga kerja dikatakan sama  faktanya tenaga kerja beda
  3. Tingkat teknologi sama

INTRA INDUSTRY VS INTER INDUSTRI

Intra indua=stri sulit diukur, intra industry index : 1-(X-M)

X+M

 

 

BAB III

PEMBAYARAN INTERNASIONAL

(Kegiatan Belajar II)

  1. A. Kompetensi Dan Indikator

Setelah peserta mempelajari materi dalam buku ajar ini diharapkan mampu mengenal pembayaran internasional, yang meliputi mengenal cara dan alat pembayaran internasional, mengidentifikasi pasar valuta asing, dan mengenal sistem kurs valuta asing.

B. Pengertian Pembayaran Internasional

Pembayaran intemasional adalah pembayaran atas transaksi yang dilakukan oleh negara-negara yang terlibat dalam perdagangan internasional berdasarkan kesepakatan yang telah dirundingkan sebelumnya. Pembayaran dalam perdagangan internasional pada umumnya dilaksanakan melalui bank.

C. Cara dan Alat Pembayaran Internasional

Pelaksanaan transaksi perdagangan luar negeri dapat diatur dengan cara pembayaran berikut.

  1. 1. Cash Payment

Pembayaran secara tunai (cash) biasanya dilakukan oleh sksportir yang belum kenal dengan inportir atau kurang percaya akan bonafiditas importir. Cara pembayaran tunai di antaranya dilaksanakan melalui :

2. Wesel Bank atas Unjuk (Bankers Sight Draft) yaitu surat perintah yang dibuat oleh bank domestik yang ditujukan kepada bank korespondennya di negara lain untuk membayar sejumlah uang tertentu kepada si pembawa surat wesel.

3. Telegraphic Transfer (T/T), yaitu perintah pembayaran yang dikirimkan melalui telegram atau telex dari bank dalam negeri ke bank korespondennya di luar negeri.

  1. 4. Open Account

Cara ini merupakan kebalikan dari pembayaran cash. Dengan cara open account, barang telah dikirim kepada importir tanpa disertai surat perintah membayar serta dokumen-dokumen. Pembayaran dilakukan setelah beberapa waktu atau terserah kebijakan importir. Dengan cara itu, risiko sebagian besar ditanggung eksportir. Misalnya, eksportir harus mempunyai banyak modal dan apabila pembayaran akan dilakukan dengan mata uang asing maka risiko perubahan kurs menjadi tanggungannya.

  1. 5. Letter of Credit

L/C (Letter of Credit) adalah sebuah instrumen yang dikeluarkan oleh bank atas nama salah satu nasabahnya, yang menguasakan seseorang atau sebuah perusahaan penerima instrumen tersebut menarik wesel atas bank yang bersangkutan atau atas salah satu bank korespondennya, berdasarkan kondisi-kondisi yang tercantum pada instrumen itu. Eksportir terjamin akan pembayarannya bila ia memenuhi persyaratan yang diminta oleh importir, demikian pula importir.

  1. 6. Commercial Bills of Exchange

Commercial bills of exchange yang sering disebut juga wesel (draft) atau trade bills, adalah surat yang ditulis oleh penjual yang berisi perintah kepada pembeli untuk membayar sejumlah uang pada waktu tertentu di masa datang. Surat perintah semacam itu sering disebut wesel.

  1. D. Pasar Valuta Asing

Valuta asing atau mata uang asing adalah jenis mata uang yang digunakan di negara lain. Karena adanya perbedaan nilai mata uang, maka dikenallah apa yang disebut dengan kurs (nilai -tukar). Valuta asing dapat diperoleh di pasar valuta asing.

Pasar valuta asing adalah tempat membeli/menukar mata uang asing untuk keperluan internasional. Fungsi pasar valuta/asing adalah :

  1. Mempermudah penukaran valuta asing serta pemindahan dana dari suatu negara ke negara lain (misal melalui clearing)
  2. Memperlancar terjadinya kegiatan ekspor/impor.
  3. Memungkinkan dilakukan hedging. Hedging adalah tindakan pihak tertentu untuk menghindari kerugian akibat kemungkinan terjadinya perubahan kurs valuta asing di masa yang akan datang.