Perdagangan Internasional Dan Antar Perdagangan

  • Amerika membeli barang dari satu sama lain. Sebagai contoh, Florida dapat menghasilkan jeruk lebih murah daripada negara-negara lain sehingga menjual ke negara lain.
  • Demikian juga, membeli barang dari negara mana mereka diproduksi lebih murah.
  • Semua negara bisa mendapatkan keuntungan jika setiap negara mengkhususkan dalam produksi barang-barang tersebut dapat menghasilkan yang terbaik dan memenuhi keinginan mereka yang lain dan kebutuhan oleh perdagangan bagi mereka.
  • Sumber daya (tenaga kerja, modal, tanah) imobilitas yang berbeda antardaerah dari perdagangan internasional.
  • Secara internasional, barang dapat bergerak melintasi perbatasan sementara sumber daya tidak, baik barang maupun sumber bergerak lintas batas.

Perdagangan Berdasarkan Keuntungan Mutlak

  • merkantilisme

Merkantilisme adalah suatu sistem politik ekonomi yang sangat mementingkan perdagangan internasional dengan tujuan untuk memperbanyak aset dan modal yang dimiliki suatu negara. Merkantilisme tertuang dalan peraturan negara yang berbentuk proteksionime dan politik kolonial demi neraca perdagangan yang menguntungkan. Pemerintah negara mendukung ekspor dengan insentif dan menghadang import dengan tarif.

Kekayaan dan kemakmuran suatu negara diukur dari perbandingan ekspor impornya yang digambarkan dengan jumlah kapital dari logam mulia, mineral berharga dan komoditas lainnya. Seolah-olah ekspor dan impor berada dalam suatu timbangan di mana jika ekspor berlebih meka neraca perdangangan dianggap untung. Dengan adanya keuntungan maka terjadi peningkatan pendapatan negara yang harus dibayar & diimbangi secara tunai dengan emas.

Teori bahwa negara harus mencegah impor dan mendorong ekspor untuk meningkatkan kekayaan
Tarif dan kuota digunakan untuk membatasi impor menyebabkan neraca perdagangan yang menguntungkan

  • Keuntungan Mutlak (Adam Smith)

Kemampuan suatu negara untuk memproduksi suatu barang dengan menggunakan sumber daya lebih sedikit dibandingkan negara lain

  • Misalkan AS pekerja lebih produktif dalam memproduksi mesin dan pekerja India lebih produktif dalam memproduksi kain. kemudian

AS memiliki keunggulan absolut dalam produksi mesin.
India memiliki keunggulan absolut dalam produksi kain.

Dalam perdagangan bebas, setiap negara dapat menspesialisasikan diri dalam produksi komoditas yang memiliki keunggulan mutlak/absolut dan mengimpor komoditi yang memperoleh kerugian mutlak. Dengan spesialisasi, masing-masing negara dapat meningkatkan pertambahan produksi dunia yang dapat dimanfaatkan secara bersama-sama melalui perdagangan internasional. Jadi melalui perdagangan internasional yang berdasarkan keunggulan mutlak, masing-masing negara yang terlibat dalam perdagangan akan memperoleh keuntungan yang serentak melalui spesialisasi, bukan dari pengorbanan negara lain. Contoh: Indonesia dan India memproduksi dua jenis komoditi yaitu pakaian dan tas dengan asumsi (anggapan) masing-masing negara menggunakan 100 tenaga kerja untuk memproduksi kedua komoditi tersebut. 50 tenaga kerja untuk memproduksi pakaian dan 50 tenaga kerja untuk memproduksi tas. Hasil total produksi kedua negara tersebut yaitu:

  • Indonesia : pakaian 40 unit dan tas 20 unit
  • India : pakaian 20 unit dan tas 30 unit
  • Total : pakaian 60 unit dan tas 50 unit

Berdasarkan informasi di atas, Indonesia memiliki keunggulan mutlak dalam produksi pakaian dibandingkan dengan India, karena 50 tenaga kerja di Indonesia mampu memproduksi 40 tenaga kerja dan India hanya bisa memproduksi 20 unit. Sedangkan India memiliki keunggulan mutlak dalam memproduksi tas karena India bisa membuat 30 tas, Indonesia hanya 20 tas. Jadi Indonesia memiliki keunggulan mutlak dalam produksi pakaian dan India memiliki keunggulan mutlak dalam produksi tas. Apabila Indonesia dan India melakukan spesialisasi produksi, hasilnya akan sebagai berikut.

  • Indonesia : pakaian 80 unit dan tas 0 unit
  • India : pakaian 0 unit dan tas 60 unit
  • Total : pakaian 80 unit dan tas 60 unit

Dengan melakukan spesialisasi hasil produksi semakin meningkat. Karena Indonesia dan India memindahkan tenaga kerja dalam produksi komoditi yang menjadi spesialisasi. Sebelum spesialisasi, jumlah produksi sebanyak 60 unit pakain dan 40 unit tas. Tetapi setelah spesialisasi, jumlah produksi meningkat menjadi 80 unit pakaian dan 60 unit tas. Jadi keunggulan mutlak terjadi apabila suatu negara dapat menghasilkan komoditi-komoditi tertentu dengan lebih efisien, dengan biaya yang lebih murah dibandingkan dengan negara lain.

Perdagangan Berdasarkan Keunggulan Komparatif (David Ricardo)

Menurutnya, perdagangan internasional terjadi bila ada perbedaan keunggulan komparatif antarnegara. Ia berpendapat bahwa keunggulan komparatif akan tercapai jika suatu negara mampu memproduksi barang dan jasa lebih banyak dengan biaya yang lebih murah daripada negara lainnya. Sebagai contoh, Indonesia dan Malaysia sama-sama memproduksi kopi dan timah. Indonesia mampu memproduksi kopi secara efisien dan dengan biaya yang murah, tetapi tidak mampu memproduksi timah secara efisien dan murah. Sebaliknya, Malaysia mampu dalam memproduksi timah secara efisien dan dengan biaya yang murah, tetapi tidak mampu memproduksi kopi secara efisien dan murah. Dengan demikian, Indonesia memiliki keunggulan komparatif dalam memproduksi kopi dan Malaysia memiliki keunggulan komparatif dalam memproduksi timah. Perdagangan akan saling menguntungkan jika kedua negara bersedia bertukar kopi dan timah.

  • Apakah perdagangan terjadi jika suatu negara memiliki keunggulan absolut dalam barang-barang?
  • Ya Ini mungkin memiliki keunggulan komparatif dalam memproduksi salah satu dari dua barang, yaitu, dapat menghasilkan yang baik dengan biaya kesempatan yang lebih rendah dari negara lain.
  • Biaya Kesempatan = Biaya yang baik adalah jumlah barang yang lain menyerah untuk melepaskan sumber daya yang cukup untuk memproduksi barang pertama.

Asumsi teroi keunggulan komparatif :

  • hanya ada 2 negara yg melakukan pedangan
  • hanya ada 2 komoditi barang yang dperdagangkan
  • masing-masing negara hanya mempunyai 2 unit faktor produksi
  • haga relatif barang-barang tersebut adalah sama pada kondisi produksi
  • nilai harga suatu barang sama dengan atau dapat dihitung dari jumlah waktu tenaga kerja yang dipakai dalam memproduksi barang

Perdagangan Berdasarkan Biaya Peluang

  • Meskipun AS memiliki keunggulan absolut di kedua barang, India memiliki keunggulan komparatif dalam produksi kain.
  • Bahkan jika AS memiliki keunggulan absolut di kedua barang, perdagangan menguntungkan adalah mungkin.
  • Jika kedua negara mengkhususkan sesuai dengan keunggulan komparatif mereka, mereka berdua keuntungan dari spesialisasi dan perdagangan.