PENDAHULUAN

Bab ini difokuskan pada pertanyaan-pertanyaan berikut:

  • Apa efek dari instrumen kebijakan perdagangan berbagai?
  • Siapa yang akan diuntungkan dan siapa yang akan kehilangan dari instrumen kebijakan perdagangan?
  • Apakah biaya dan manfaat dari perlindungan?
  • Apakah manfaat lebih besar daripada biaya?
  • Apa yang harus kebijakan perdagangan suatu negara menjadi?
  • Contoh: Jika AS menggunakan tarif atau kuota impor untuk melindungi industri otomotif terhadap persaingan dari Jepang dan Korea Selatan?

Jenis Hambatan Perdagangan

dari catetan : 1. tarif (duties/biaya) = pajak terhadap barang impor

2. kuota = jumlahnya yang dibatasi (pembatasan secara fisik dari barang yang diimpor)

3. subsidi terhadap barang ekspor / impor = selisih harga ini di subsidi berupa pembayaran secara langsung maupun tidak langsung. sehingga membuat barang dengan harga jual yang lebih murah.

4. buy national = himbauan cinta produk dalam negeri

5. pengemasan (kemasan) dan label (cap standar suatu negara) = contonya indonesia ada cap POM

6. anti dumping = menjual harga lebih murah , produsen dirugikan, konsumen diuntungkan, dikenakan bea khusus supaya efek dumpingnya ilang.

7. hak kekayaan intelektual

  • Pajak atau cukai impor = pajak atas impor
  • Kuota terbatas = fisik pada jumlah yang dapat diimpor dalam setahun.
  • Subsidi kepada eksportir atau barang impor = bersaing langsung atau tidak langsung pembayaran kepada produsen.
  • Disebut demikian Beli perlakuan nasional = perlakuan istimewa untuk produk dalam negeri dalam kontrak pemerintah.
  • Kemasan dan pelabelan persyaratan
  • Antidumping dan countervailing tugas.
  • Hak atas kekayaan intelektual

TUjuan tarif :

1.menghasilan pendapatan

tarif pendapatan = barang-barang yang tidak berasal dari luar negeri tidak dikenakan impor

2. melindungi

tarif protectif = untuk memproteksi produsen domestik

Jenis tarif :

1. Tarif spesifik = pengenaan pajak dikenakan dengan besarnya secara tetap

2. tarif advalorem= dikenakan dengan fraksi atas barang yang diimpor

3. gabungan antara tarisf spesifik dan advalorem = biasanya digunakan untuk barang-barang pertanian yang mengalami inflasi

Tarif: Beberapa awal Detail

  • Tarif pajak atas = baik diimpor.
  • Tujuan: untuk menghasilkan pendapatan atau untuk melindungi industri domestik dari kompetisi asing
  • Tarif pajak = Pendapatan yang dikenakan pada barang yang tidak diproduksi di dalam negeri yang menghasilkan pendapatan bagi pemerintah. Paling umum digunakan di negara berkembang
  • Tarif protektif = pajak yang dikenakan pada impor yang dirancang untuk melindungi pesaing domestik.
  • Pada tahun 2003, tarif AS menghasilkan pendapatan pajak sebesar $ 19900000000.
  • Iklan valorem tarif: Pajak yang dikenakan karena sebagian kecil dari nilai barang yang diimpor

Contoh: Sebuah iklan 5% valorem tarif pada mobil dengan harga internasional berarti $ 10.000 yang petugas bea cukai mengumpulkan jumlah tetap sebesar $ 500.
Importir memiliki insentif untuk bawah-faktur harga barang impor.
Iklan tarif valorem lebih sulit bagi negara untuk mengelola daripada tarif tertentu.

  •  Bea kompleks (tarif): kombinasi dari ad valorem dan tarif spesifik.
    Umumnya pada produk pertanian yang harganya cenderung berfluktuasi.

Metode menilai Impor

  • Gratis bersama (F.A.S.) Harga

Harga barang impor sebagai harga pasar negara asing sebelum memuat baik untuk pengiriman ke negara pengimpor

  • Free on Board (FOB) Harga

Para harga barang diimpor sebagai harga pasar negara asing ditambah biaya memuat baik dalam alat angkut.(harga sebelum angkut, sampai di kapal atau pelabuhan)

  • Biaya, Asuransi, dan Freight (C.I.F.) Harga

Para harga barang diimpor sebagai harga pasar negara asing ditambah biaya memuat barang ke alat angkut ditambah semua antar negara biaya transportasi sampai ke pelabuhan negara pengimpor yang masuk.
Kebanyakan negara menggunakan C.I.F. Harga untuk menghitung tarif ad valorem. (kapal itu uda berangkat ke negara tujuan)

  • NAMUN AS menggunakan harga FOB untuk menghitung tarif ad valorem.

yang menguntungkan suatu negara adalah tarif yang menggunakan advalorem . karena tarif spesifik itu tidak terpengaruh . kebanyakan negara yang menghitung pajak advalorem memakai CIF

Argumen untuk Tarif
1. Infant Argumen Pemerintah

  • Negara-negara berkembang menggunakan tarif sebagai cara untuk menghasilkan pendapatan.

2. Pertahanan Nasional Argumen

  • Industri tertentu perlu dilindungi dari persaingan asing untuk memastikan output yang memadai industri dalam kasus konflik.
  • Dua masalah muncul dengan argumen ini:
  • Sulit untuk mengidentifikasi industri yang penting untuk pertahanan nasional.
  • Tarif adalah cara mahal perlindungan. Sebaliknya, subsidi produksi dalam negeri harus digunakan untuk mendorong produksi dalam negeri yang baik.
  • Slide berikut menggambarkan efek dari industri produksi dalam negeri.

3. Tarif, Perdagangan dan Jasa

  • Pengenaan tarif dalam industri tertentu menghasilkan lebih banyak pekerjaan dalam industri tertentu, tetapi lebih sedikit pekerjaan di industri lain.
  • Keseluruhan tingkat pekerjaan tidak berubah dalam jangka pendek sedangkan dalam jangka menjalankannya mungkin menurun.
  • Ekonomi dengan banyak tarif biasanya akan tumbuh lebih lambat dari perekonomian yang lebih terbuka.

4. Infant Industri

  • Dari Perang Dunia II sampai tahun 1970-an banyak negara berkembang mencoba untuk mempercepat perkembangan mereka dengan membatasi impor barang diproduksi untuk menumbuhkan sektor manufaktur melayani pasar domestik.
  • Argumen ekonomi yang paling penting untuk melindungi industri manufaktur adalah argumen industri infant

5. Senile Industri Perlindungan

  • Banyak negara maju melindungi industri yang sudah tua.
  • Sebagai contoh, industri pakaian di sebagian besar negara maju mengalami jenis perlindungan.

TARIF

Tarif adalah pembebanan pajak atau custom duties terhadap barang-barang yang melewati batas suatu Negara. Jadi tariff atau bea masuk adalah salah satu cara untuk memberi proteksi terhadap industri dalam negeri. Proteksi tidak selalu merupakan tujuan utama dari pengenaan tariff. Ada kemungkinan bahwa karena kebutuhan APBN, tariff dikenakan untuk memperoleh pendapatan Negara. Tetapi tidak jarang pula bahwa tujuan utama dari pengenaan tariff adalah jelas-jelas memberikan proteksi pada suatu industri dalam negeri.

Apapun tujuan utamanya, tariff selalu mempunyai konsekuensi proteksi bagi industri dalam negeri yang memproduksikan barang yang sama/serupa dengan barang impor yang terkena tariff.

A. Tarif digolongkan menjadi

a)      Bea ekspor (export duties) adalah pajak/bea yang dikenakan terhadap barang yang diangkut menuju kenegara lain. Jadi pajak untuk barang-barang yang keluar dari custom area suatu Negara yang memungut pajak. Custom Area adalah daerah dimana barang-barang bebas bergerak dengan tidak dikenai bea pabean. Batas custom area ini biasanya sama dengan batas wilayah sesuatu Negara, tetapi kesamaan ini bukanlah merupakan keharusan. Custom area disini lebih luas daripada wilayah suatu Negara. Tetapi dengan adanya free trade area maka custom area lebih sempit daripada batas wilayah suatu Negara.

b)      Bea Transito (transit duties) adalah pajak/bea yang dikenakan terhadap barang-barang yang melalui wilayah suatu Negara dengan ketentuan bahwa barang tersebut sebagai tujuan akhirnya adalah Negara lain.

c)      Bea Impor (impor duties) adalah pajak/bea yang dikenakan terhadap barang-barang yang masuk dalam custom area suatu Negara dengan ketentuan bahwa Negara tersebut sebagai tujuan terakhir.

B. Pembedaan tariff menurut jenisnya

  • Ad Valorem Duties, yakni bea pabean yang tingginya dinyatakan dalam presentase dari nilai barang yang dikenakan bea tersebut
  • Specific Duties, yakni bea pabean yang tingginya dinyatakan untuk tiap ukuran fisik daripada barang
  • Spesific Ad Valorem atau Compound Duties, yakni bea yang merupakan kombinasi antara specific dan ad valorem.

C. System tariff

a) Single-Column Tariffs

System dimana untuk masing-masing barang hanya mempunyai satu macam tariff. Bersifat autonomous, artinya tariff yang tingginya ditentukan sendiri oleh sesuatu Negara tanpa persetujuan dengan Negara lain). Kalau tingginya tariff ditentukan dengan perjanjian dengan Negara lain disebut conventional tariff.

b) Double-Column Tariffs

System dimana untuk setiap barang mempunyai 2 (dua) tariff. Apanila kedua tariff tersebut ditentukan sendiri dengan undang-undang, maka namanya:”bentuk maksimum dan minimum”. Jadi sebagian autonomous dan sebagian conventional, maka bentuk ini dinamakan “general and conventional form”.

c) Triple-Column Tariffs

System ini hanya perluasan daripada double-column tariffs, yakni dengan menambah satu macam tariff preference untuk Negara-negara bekas jajahan afiliasi politiknya. System ini sering disebut dengan nama “preferential system”.

D. Efek tariff

Pembebanan tariff terhadap sesuatu barang dapat mempunyai efek terhadap perekonomian suatu Negara, khususnya terhadap pasar barang tersebut. Beberapa macam efek tariff tersebut adalah:

  1. efek terhadap harga (price effect)
  2. efek terhadap konsumsi (consumption effect)
  3. efek terhadap produk (protective/import substitution effect)
  4. efek terhadap redistribusi pendapatan (redistribution effect)

E. Effective rate of protection

Tarif terhadap bahan mentah akan menaikkan ongkos produksi. Pembebanan tariff terhadap bahan mentah menyebabkan naiknya ongkos produksi sehingga kurva penawaran naik ke atas. Hubungan antara tariff terhadap barang jadi dan tariff terhadap bahan mentah dapat dinyatakan dengan adanya “effective rate of protection” yang dinikmati oleh produsen yang memproses barang jadi tersebut. Apabila barang jadi dan juga bahan mentah impor itu dikenakan tariff, maka effective rate of protection bagi produsen barang tersebut makin tinggi.

F. Alasan pembebanan tariff

a)      Yang secara ekonomis dapat dipertanggungjawabkan

ü  Memperbaiki dasar tukar (terms of trade)

Suatu Negara dapat mempengaruhi dasar pertukaran antara ekspor dan impornya melalui pembebanan tariff. Tariff dapat mengurangi keinginan untuk mengimpor, ini berarti bahwa untuk sejumlah tertentu ekspor menghendaki jumlah impor yang lebih besar, sebagian daripadanya diserahkan kepada pemerintah sebagai pembayaran tariff.

Pembebanan tariff ini akan berhasil memperbaiki terms of trade apabila Negara itu mempunyai kedudukan monopoli dalam perdagangan. Dengan kata lain, kalau permintaan Negara lain terhadap barangnya bersifat inelastis; makin inelastis permintaan terhadap barangnya berarti semakin besar posisi monopoli sehingga pembebanan tariff dapat lebih effective.

ü  Infant-industri

Pada umumnya industri-industri yang sedang tumbuh ini efisiensinya belum tinggi serta belum dapat menikmati adanya economies of scale. Oleh karena itu pembebanan tariff terhadap barang dari luar negeri dapat memberi perlindungan terhadap industri dalam negeri yang sedang tumbuh ini. Tariff hanya bersifat sementara sampai industri-industri dalam negeri sudah kuat, tariff dihapuskan. Hal ini untuk menjaga industri ini jangan sampai bekerja kurang efisien dibawah perlindungan tariff.

ü  Diversifikasi

Suatu Negara yang hanya menghasilkan satu atau beberapa macam barang saja akan mengalami kesulitan apabila harga barang-barang hasil produksinya di pasaran dunia goncang. Dengan pembebanan tariff, industri dalam negeri dapat berkembang, sehingga dapat memperbanyak jumlah serta jenis barang yang dihasilkan. Makin banyak jenis barang yang dihasilkan, ekonomi Negara itu akan semakin stabil karena penurunan harga satu jenis produk mungkin dapat diimbangi dengan kenaikan harga barang lain.

ü  Employment

Pembebanan tariff akan mengakibatkan turunnya impor dan menaikkan produksi dalam negeri. Kenaikan produksi ini berarti pula kenaikan kesempatan kerja. Dalam hal ini pembebanan tariff dapat digunakan untuk memperluas kesempatan kerja.

ü  Anti dumping

Dumping berarti menjual barang diluar negeri jauh lebih murah daripada di dalam negeri.

b)      Yang secara ekonomis tidak dapat dipertanggungjawabkan

ü  To Keep Money at Home

Apabila penduduk suatu Negara itu membeli barang dari luar negeri maka Negara tersebut memperoleh barang dan Negara lain memperoleh uang. Tetapi apabila membeli barang produksi dalam negeri maka uang tersebut tidak lari keluar negeri. Jadi dengan pembebanan tariff impor, maka impor akan berkurang sehingga akan mencegah larinya uang ke luar negeri.

ü  The Low-wage

Negara yang tingkat upahnya tidak dapat mengadakan hubungan dengan Negara yang tingkat upahnya rendah tanpa menanggung risiko akan turunnya tingkat upah. Turunnya tingkat upah berarti pula turunnya stansar hidup. Oleh karena itu untuk melindungi para pekerja yang upahnya tinggi dari persaingan para pekerja yang upahnya rendah maka Negara yang tingkat upahnya tinggi tersebut perlu membebankan tariff bagi barang yang berasal dari Negara yang tingkat upahnya rendah.

ü  Home Market

Produsen dalam negeri mempunyai hak terhadap pasar dalam negeri. Tariff akan mengakibatkan turunnya atau hilangnya impor akan diganti dengan produksi dalam negeri. Kenaikan produksi ini berarti bertambahnya kesempatan kerja yang akhirnya berarti pula kenaikan kegiatan ekonomi.