A.                DASAR PEMIKIRAN
  1. Latar Belakang Pedagogis
Inovasi pembelajaran dirasa perlu karena mahasiswa bukanlah mahluk kosong tanpa “ entry behavior” yang tidak memiliki kemampuan dan kecakapan apapun, akan tetapi sebagai objek berpotensi yang mampu mengkreasi dunia lingkungannya. Sehingga dengan memberikan posisi yang seimbang antara aktifitas dosen dan mahasiswa dalam proses pembelajaran akan mampu memberikan hasil lebih, baik tambahan ilmu pengetahuan, meningkatnya sikap positif, dan bertambahnya keterampilan pada mahasiswa.
Empat pilar pembelajaran yaitu :
  • Learning to know, pembelajaran untuk tahu
  • Learning to do, pembelajaran untuk berbuat
  • Learning to be, pembelajaran untuk membangun jati diri
  • Learning to live together, pembelajaran untuk hidup bersama secara harmonis

Dengan  pemikiran ini, mendorong peran dosen tidak hanya menggunakan ceramah menolong atau komunikasi satu arah, melainkan mampu menciptakan suasana yang bermakna , menyenangkan, kreatif, dinamis, dan dialog kreatif

  1. Dasar Yuridis
  • Undang-undang No. 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional Pasal 40 Ayat 1 butir e. Terkait dengan visi, dan misi MBB (mata kuliah berkehidupan bermasyarakat) tidak mungkin dicapai hanya dengan memperkenalkan konsep-konsep teoritis tanpa memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengkaji, mengkritisi, dan menganalisis serta ikut memberikan kontribusi pada pengambilan kebijakan untuk memperbaiki kehidupan dan lingkungannya.
Dengan metode pembelajaran seperti tersebut diatas diharapkan pendidikan tinggi mampu menghasilkan mahasiswa yang unggul secara intelektual, anggun secara moral, kompeten menguasai iptek untuk berbagai peran sosial. (Hamdan Mansoer, 2001 : 3).
  • Skpt dirjen dikti no. 34 /dikti-kep/2003
  • Skpt dirjen dikti no. 44 /dikti-kep/2006
B.       VISI, MISI, TUJUAN, DAN BAHAN ISBD
 Visi dari ISBD yaitu :
“Agar berkembangnya mahasiswa sebagai manusia terpelajar yang kritis, peka, dan arif dalam memahami keragaman, dan kemartabatan manusia yang dilandasi nilai-nilai estetika, etika, dan moral dalam kehidupan kemasyarakatan”
Misi ISBD adalah :
didalam buku ILmu sosial Budayav Dasar, UNJ dituliskan bah misi ISBD adalah sebagai berikut : “Memberikan landasan dan wawasan yang luas serta menumbuhkan sikap kritis , peka, dan arif pada mahasiswa untuk memahami keragaman, kesederajatan, dan kemartabatan manusia dalam kehidupan bermasyarakat selaku individu dan mahluk sosial yang beradab serta bertanggung jawab terhadap sumber daya dan lingkungannya”
Selain itu, misi isbd juga seperti berikut :
  1. Memberikan pengetahuan dan wawasan tentang keragaman, kesetaraan dan martabat manusia sebagai individu dan makhluk sosial dalam kehidupan masyarakat.
  2. Memberikan dasar-dasar nilai estetika, etika, moral, hukum dan budaya sebagai landasan untuk menghormati dan menghargai antara sesama manusia sehingga akan terwujud masyarakat yang tertib, teratur dan sejahtera
  3. Memberikan dasar-dasar untuk memahami masalah sosial dan budaya serta mampu bersikap kritis, analis dan responsif untuk memecahkan masalah tersebut secara arif di masyarakat.
Tujuan Umum ISBD sbb :
1. pengembangan kepribadian manusia sebagai manusia mahluk sosial dan mahluk budaya
2. keampuan menanggapi secara kritis dan berwawasan luas masalah sosial budaya dan masalah lingkungan sosial budaya
3. kemampuan menyelesaikan secara halus, arif dan manusiawi masalah-masalah tsb.
Tujuan Khusus ISBD :
1. Mempertajam kepekaan terhadap sosial budaya dan lingkungan sosial budaya terutama untuk kepentingan profesi
2. Memperluas pandangan tentang masalah sosial budaya dan masalah kemanusiaan serta mengembangkan kemampuan daya kritis terhadap kedua masalah tersebut
3. Menghasilkan calon pemimpin bangsa dan negara yang tidak bersifat kedaerahan dan tidak terkotak-kotak oleh disiplin ilmu yang ketat dalam menanggapi dan menangani masalah dan nilai-nilai dalam lingkungan sosial budaya
4. Meningkatkan kesadaran terhadap nilai manusia dan kehidupan manusiawi
5. Membina kemampuan berpikir dan bertindak objektif untuk menangkal pengaruh negatif yang dapat merusak lingkungan sosial budaya. (sumber : buku unj)
selain itu :
  1. Mengembangkan kesadaran mahasiswa untuk menguasai pengetahuan tentang keragaman dan kesetaraan manusia sebagai individu dan makhluk sosial dalam kehidupan bermasyarakat
  2. Menumbuhkan sikap kritis, peka, dan arif pada mahasiswa dalam memahami dan memecahkan masalah sosial-budaya dengan landasan nilai estetika, etika, moral, dan hukum dalam kehidupan bermasyarakat
  3. Memberikan landasan pengetahuan dan wawasan yang luas serta keyakinan kepada mahasiswa sebagai bekal hidup bermasyarakat, selaku individu dan mahluk sosial yang beradab dalam mmpraktikkan pengetahuan akademis dan keahliannya.

SEBERAPA PENDEKATAN DALAM ISBD :

Menurut Nuhman sumantri dalam ISBD diperlukan beberapa penndekatan, yaitu :

1. Pendekatan interdisipliner

“diharapkan agar mahasiswa dapat melihat masalah sosial dan budaya secara lebih luas dan komprehensif, sehingga mereka dikemudian hari dapat berperan serta memecahkan masalah-masalah sosial”

2. Pendekatan monodisiplin

“artinya menggunakan tertentu dalam ilmu-ilmu sosial dan ilmu-ilmu budaya secara terpisah (contoh : sejarah, hukum. geografi, politik, sosiologi, antropolgi, seni, sastra, psykologi sosial)

3. Pendekatan multidisiplin

“artinya dalam menyelesaikan masalah sosial , dan budaya diperlukan pendekatan multidisiplin secara integratif, karena msalah yang kompleks memerlukan kajian dari berbagai disiplin ilmu , baik secara interdisipliner yang menggunakan berbagai disiplin ilmu ilmu secara terpadu dalam mengkaji suatu masalahmaupun crossdisipliner (menggunakan 2 disiplin dari sudut pandang yang berbeda) atau transdisipliner (penggunaan berbagai disiplin ilmu ari sudut pandang yang berbeda) untuk mengkaji suatu masalah”

Philip H. Phenik (1964: 6-8) mengemukakan bahwa makna-makna esensial yang melekat dalam kehidupan masyarakat dan budaya manusia meliputi, yaitu :
  • Simbolik,  meliputi bahasa, matematika, termasuk juga isyarat-isyarat, upacara, tanda-tanda kebesaran, dan sebangsanya. Makna simbolik ini sangat berarti dalam kehidupan bermasyarkat-berbudaya manusia.
  • Empirik, mencakup ilmu kealaman, hayati, kemanusiaan. Makna empirik ini mengembangkan kemampuan teoritis, konseptual, analitis, generalisasi berdasarkan fakta-fakta, dan kenyataan yang bisa diamati.
  • Estetik, meliputi berbagai seni seperti musik, karya seni, ksenian, sastra dll
  • Sinoetik, berkenaan dengan perasaan, kesan, penghayatan dan kesadaran yang mendalam. Kedalam makna ini termasuk empati, simpati dan sebangsanya
  • Sinoptik, berkenaan dengan pengertian yang terpadu dan mendalam seperti agama, filsafat.
Dengan demikian ISBD sebagai bagian dari general education bukanlah sebuah disiplin ilmu, bukan pula merupakan bagian dari disiplin ilmu budaya yang bertujuan untuk membina mahasiswa untuk menjadi ahli ilmu sosial atau ahli ilmu budaya, akan tetapi merupakan sebuah studi yang akan menggunakan makna esensial disiplin ilmu sosial dan budaya sebagai alat menganalisis untuk memecahkan masalah sosial dan budaya yang ada dalam kehidupan masyarakat.