Pengertian budaya atau kebudayaan dikemukakan oleh beberapa ahli antara lain :

  1. R. Linton mengemukakan bahwa kebudayaan adalah konfigurasi tingkah laku yang dipelajari dan hasil tingkah laku yang dipelajari, dimana unsur pembentuknya didukung dan diteruskan oleh anggota masyarakat lainnya.

  2. Koentjaraningrat mengatakan bahwa kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan milik diri manusia dengan belajar.

  3. Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi mengatakan bahwa kebudayaan adalah semua hasil karya, rasa, dan cipta manusia.

  4. Herkovits, keebudayaan adalah bagian dari lingkungan hidup yang diciptakan oleh manusia.

Dengan demikian, kebudayaan atau budaya menyangkut keseluruhan aspek kehidupan manusia baik material maupun non-material. Kebudayaan seperti ini kemungkinan besar dipengaruhi oleh pandangan evolusionisme, yaitu suatu teori yang mengatakan bahwa kebudayaan itu akan berkembang dari tahapan yang sederhana menuju tahapan yang lebih kompleks.

Menurut Koentjaraningrat, wujud kebudayaan digolongkan dalam tiga wujud yaitu: (a) wujud sebagai suatu kompleks dari ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norma-norma, dan peraturan; (b) wujud sebagai suatu kompleks aktivitas serta tindakan berpola dari manusia dalam masyarakat; (c) wujud sebagai benda-benda hasil karya manusia.

Isi utama kebudayaan merupakan wujud abstrak dari segala macam ide dan gagasan manusia yang bermunculan di dalam masyarakat yang memberi jiwa kepada masyarakat itu sendiri, baik dalam bentuk atau berupa sistem pengetahuan, nilai, pandangan hidup, kepercayaan, persepsi, dan etos kebudayaan.

Suatu kebudayaan mempunyai beberapa sifat yang hakiki antara lain: (a) budaya terwujud dan tersalurkan dari perilaku manusia; (b) budaya telah ada terlebih dahulu daripada lahirnya suatu generasi tertentu dan tidak akan mati dengan habisnya usia generasi yang bersangkutan; (c) budaya diperlukan oleh manusia dan diwujudkan dalam tingkah lakunya; (d) budaya mencakup aturan-aturan yang berisikan kewajiban-kewajiban, tindakan-tindakan yang diterima dan ditolak, tindakan-tindakan yang dilarang, dan tindakan-tindakan yang diizinkan.

Sistem budaya merupakan komponen dari kebudayaan yang bersifat abstrak dan terdiri dari pikiran-pikiran, gagasan, konsep, serta keyakinan. Dengan demikian sistem kebudayaan merupakan bagian dari kebudayaan yang dalam kehidupan sehari-hari lebih dikenal dengan adat-istiadat. Dalam adat-istiadat terdapat juga sistem norma yang salah satu fungsinya adalah menata serta menetapkan tindakan-tindakan dan tingkah laku manusia. Dalam sistem budaya ini terbentuk unsur-unsur yang paling berkaitan satu sama lain. Unsur pokok kebudayaan menurut Bronislaw Malinowski adalah sistem norma, organisasi ekonomi, alat-alat dan lembaga kependidikan, dan organisasi kekuatan. Kebudayaan juga dapat dilihat dari dimensi wujudnya yaitu sistem budaya, sistem sosial, dan sistem kebendaan.

Manusia sebagai pencipta kebudayaan dapat dilihat dari hasil interaksi antara manusia dengan segala isi alam raya ini. Kebudayaan ada karena ada manusia yang menciptakannya dan manusia juga dapat hidup di tengah kebudayaan yang diciptakannya. Manusia bergantung pada hasil ciptaan budayanya tersebut. Kebudayaan juga memberikan aturan bagi manusia dalam mengolah lingkungan dengan teknologi hasil ciptaannya.

Budaya sangat berpengaruh terhadap lingkungan sekitarnya. Suatu kebudayaan tertentu memancarkan ciri khas dari masyarakatnya. Kebudayaan yang berlaku dan dikembangkan dalam lingkungan tertentu berimplikasi terhadap pola tata laku, norma, nilai, dan aspek kehidupan dan lainnya yang akan menjadi ciri khas suatu masyarakat dengan masyarakat lainnya.

Kebudayaan berkembang mengikuti perkembangan zaman dan manusia itu sendiri. Kebudayaan suatu kelompok sosial tidak akan terhindar dari pengaruh kelompok sosial lainnya. Hal ini terlihat dari adanya proses pengadopsian kebudayaan yang dilakukan oleh kelompok sosial tertentu. Hal yang terpenting dalam proses pengembangan kebudayaan adalah dengan adanya kontrol atau kendali terhadap perilaku reguler yang ditampilkan oleh para penganut kebudayaan.

Kebudayaan juga menghadapi beberapa problematika dan hambatan-hambatan yaitu: (a) perbedaan pandangan hidup dan sistem kepercayaan; (b) perbedaan persepsi atau sudut pandang; (c) hambatan budaya yang berkaitan dengan faktor psikologi atau kejiwaan; (d) masyarakat yang terasing dan kurang komunikasi dengan masyarakat luar; (e) sikap tradisionalisme yang berprasangka buruk terhadap hal-hal baru; (f) sikap etnosentrisme; (g) perkembangan IPTEK yang sering disalahgunakan oleh manusia.

Seperti yang dijelaskan di atas bahwa kebudayaan itu mengalami perubahan. Ada lima faktor yang menjadi penyebab berubahnya suatu kebudayaan yaitu: (a) perubahan lingkungan alam, (b) perubahan karena adanya kontak dengan kelompok lain; (c) perubahan karena adanya penemuan; (d) perubahan karena terjadinya adopsi kebudayaan lain; (e) perubahan karena terjadinya adopsi suatu pengetahuan dan kepercayaan baru.