BAB II

LANDASAN TEORI

Pengertian diskusi kelompok

Menurut Mulyasa dalam Suwarna (2006:79) “diskusi kelompok adalah suatu proses percakapan yang teratur, yang melibatkan sekelompok orang dalam interaksi tatap muka yang bebas dan terbuka, dengan tujuan berbagi informasi/pengalaman, mengambil keputusan atau memecahkan suatu masalah.

Oleh Usman (2005:94) diskusi kelompok adalah suatu proses yang teratur yang melibatkan  sekelompok orang dalam interaksi tatap muka yang informal dengan berbagai pengalaman dan informasi, pengambilan kesimpulan/pemecahan masalah.

Menurut Skjorten (2001) diskusi kelompok adalah pembahasan suatu topik dengan cara tukar pikiran antara dua orang atau lebih, dalam kelompok-kelompok kecil, yang direncanakan untuk mencapai tujuan tertentu.

Dari ketiga pendapat dapat disimpulkan bahwa diskusi kelompok kecil adalah suatu proses yang teratur, yang melibatkan  sekelompok orang dalam interaksi tatap muka secara informal untuk berbagi informasi dan pengalaman serta mengambil kesimpulan / pemecahan masalah.

     BAB III

PEMBAHASAN

Setelah mengetahui pengertian diskusi kelompok kecil maka selanjutnya harus diketahui pula apa tujuan daripada membimbing diskusi kelompok kecil. Adapun tujuan membimbing diskusi kelompok kecil adalah :

  1. Siswa dapat saling memberi informasi atau pengalaman dalam menjelajahi gagasan baru atau masalah yang harus dipecahkan mereka.
  2.  Siswa dapat mengembangkan pengetahuan dan kemampuan untuk berpikir dan berkomunikasi.
  3. Siswa terlibat dalam perencanaan dan pengambilan keputusan.

Komponen-komponen Keterampilan Membimbing Diskusi 

  1. Memusatkan perhatian siswa pada tujuan dan topik diskusi
    a. Rumuskan tujuan dan topik yang akan dibahas pada awal diskusi
    b. Kemukakan masalah-masalah khusus
    c. Catat perubahan atau penyimpangan diskusi dari tujuan
    d. Rangkum hasil pembicaraan diskusi
  1. Memperjelas masalah maupun usulan/pendapat
    a. Merangkum usulan tersebut sehingga menjadi jelas

b. Meminta komentar siswa dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan
yang membantu mereka memperjelas atau mengembangkan ide tersebut

c. Menguraikan gagasan siswa dengan memberikaninformasi tambahan atau contoh-contoh yang sesuai sehingga kelompok dapat memperoleh informasi secara lebih jelas.

  1. Menganalisis pandangan/pendapat siswa.
    Di dalam diskusi sering terjadi perbedaan pendapat di antara anggota kelompok. Dengan demikian guru hendaknya mampu menganalisis alasan perbedaan tersebut dengan cara sebagai berikut :
    a.  Meneliti apakah alasan tersebut memang mempunyai dasar yang kuat
    b.  Menjelaskan hal-hal yang disepakati maupun yang tidak disepakati
  1.  Meningkatkan usulan siswa
    a. Mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang menantang siswa untuk berpikir
    b. Memberikan contoh-contoh verbal yang sesuai secara tepat
    c. Memberikan waktu untuk berpikir
    d) Memberikan dukungan kepada usulan pendapat siswa dengan penuh perhatian.
  1.  Menyebarkan kesempatan berpartisipasi
    a.  Mencoba memancing usulan siswa yang enggan berpartisipasi dengan mengarah langsung secara bijaksana
    b. Mencegah terjadinya pembicaraan serentak dengan memberi giliran kepada siswa yang pendiam terlebih dahulu
    c. Secara bijaksana mencegah siswa yang suka memonopoli pembicaraan.
    d. Mendorong siswa untuk mengomentari usulan temannya sehingga interaksi antar siswa dapat ditingkatkan.
  2. Menutup diskusi
    a.  Dengan bantuan para siswa, membuat rangkuman hasil diskusi.
    b.  Memberi gambaran tentang tindak lanjt hasil diskusi.
    c.  Mengajak siswa untuk menilai proses maupun hasil diskusi yang telah tercapai

Prinsip Penggunaan Keterampilan Membimbing Diskusi Kelompok Kecil

Keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil memiliki dua prinsip, yaitu :
1. Diskusi hendaknya berlangsung dalam “iklim terbuka”
Hal ini ditandai dengan adanya keantusiasan berpartisipasi, kehangatan hubungan antar pribadi, kesediaan menerima dan mengenal lebih jauh topik diskusi, dan kesediaan menghargai pendapat orang lain. Dengan demikian semua anggota kelompok mempunyai keinginanuntuk dikenal dan dihargai, dapat merasa aman dan bebas mengemukakan pendapat.
2. Perlu perencanaan dan persiapan yang matang
a) Topik yang dipilih hendaknya sesuai dengan tujuanyang akan dicapai, minat dan kemampuan siswa.
b) Masalah hendaknya mengandung jawaban yang kompleks, bukan jawaban yang tunggal.
c) Adanya informasi pendahuluan yang berhubungan dengan topik tersebut agar para siswa memiliki latar belakang pengetahuan yang sama sehingga mampu memberikan penjelasan dan pertanyaan-pertanyaan yang dapat memotivasi siswa.

Diskusi kelompok kecil dapat membangun suasana saling menghargai perbedaan pendapat dan juga meningkatkan partisipasi peserta yang masih belum banyak berbicara dalam diskusi yang lebih luas. metode ini juga merupakan salah satu metode pembelajaran yang  mengembangkan kesamaan pendapat atau kesepakatan atau mencari suatu rumusan terbaik mengenai suatu persoalan.Biasanya diskusi kelompok, proses dilanjutkan dengan diskusi pleno. Pleno adalah istilah yang digunakan untuk diskusi kelas atau diskusi umum yang merupakan lanjutan dari diskusi kelompok yang dimulai dengan pemaparan hasil diskusi kelompok.

     BAB IV

KESIMPULAN

  1. Seorang calon guru itu harus mempunyai kesiapan mental yang kuat sebelum terjun ke lapangan atau sebelum praktek pembelajaran di sekolah.