1)      Soal :

Pemotongan wajib pajak berdasarkan ketentuan pasal 26, wajib dilakukan oleh ?

Jawab :

  1. Badan pemerintah.
  2. Subjek pajak dalam negeri.
  3. Penyelenggara kegiatan.
  4. Bentuk usaha tetap (BUT).
  5. Perwakilan perusahaan luar negeri lainnya.
  6. Pembeli yang ditunjuk sebagai  pemotong pasal 26.

 

2)      Soal :

Ringga adalah karyawan asing pada perusahaan PT Aby Consult. Ringga bertempat tinggal kurang dari 185 hari. Ringga sudah beristri dan mempunyai seorang anak. Dalam bulan April 2011, ringga memperoleh gaji US$7,000 sebulan. Kurs yang berlaku adalah Rp 10.500,- per US$ 1.

Jawab :

Penghitungan PPh pasal 26:

Penghasilan bruto berupa gaji sebulan:

7.000 x Rp 10.500,- = Rp 73.500.000,-

Penerapan tarif:

20% x Rp 73.500.000,- = Rp 14.700.000,-

Jadi, PPh pasal 26 atas gaji Ringga bulan April 2011 adalah Rp 14.700.000,-

 

3)      KASUS 1

Laba BUT Taiwan                                          Rp 100.000.000,-

PPh pasal 17                                                    Rp   12.500.000,-

Laba setelah PPh                                             Rp   87.500.000,-

Tax Treaty 5%

Jawab:

Laba BUT Taiwan                                          Rp 100.000.000,-

PPh pasal 17                                                    Rp   12.500.000,-

Laba setelah PPh                                             Rp   87.500.000,-

PPh pasal 26    5% x  Rp   87.500.000,- = Rp     4.375.000,-

Jika laba setelah PPh sebesar Rp   87.500.000,-  ditanamkan kembali di Indonesia sesua ketentuan, maka laba setelah PPh tidak dipotong PPh pasal 26

 

4)      Kasus 2

PT. ANS mengasuransian gedungnya kepada perusahaan asuransi Luar Negeri dengan membayar jumlah premi asurasi selama tahun 2003 sebesar Rp 10.000.000,- Berapa PPh pasal 26?

Jawab:

PPh pasal 26 yang dipungut PT. ANS = 20% X 50% X Rp 10.000.000,-   =Rp 1.000.000,-

 

5)      Soal

Seorang atlet dari Brunei Darussalam yang ikut mengambil bagian dalam perlombaan lari maraton SEA Games Indonesia. Dia memenangkan perlombaan tersebut dan mendapatkan uang sebesar 68,000 BND. Kurs yang berlaku adalah Rp.7.394 per 1 BND

Berapa PPh pasal 26 untuk atlet tersebut ?

Jawab :

Pendapatan bruto  68,000 x 7,394 = Rp. 502.792.000,-

Penerapan tarif : 20 % x 502.792.000 = Rp. 100.558.400,-

PPh pasal 26 atas pendapatan atlet tersebut adalah sebesar Rp. 100.558.400