Kondisi perekonomian di berbagai negara di dunia pada akhir tahun 1920-an dan awal tahun 1930-an mengalami kemunduran. Peristiwa ini dimulai dari merosotnya perekonomian di Amerika Serikat. Akibatnya, tingkat pengangguran semakin tinggi dan sector industry beroperasi di bawah kapasitas normal. Permasalahan ini terjadi karena menurunnya daya beli masyarakat

            Peristiwa ini mendorong seorang ekonom asal Inggris, john Maynard Keynes untuk mengkritisi pendapat ekonomi klasik. Kritiknya dituangkan dalam sebuah buku yang berjudul The General Theory of Employment, Interest and Money. Sebuah buku yang menjadi dasar landasan dalam mempelajari ekonomi makro. Pendapat Keynes tentang kondisi perekonomian dibedakan dalam dua aspek berikut :
1.      Mengemukakan kritik atas pandangan ekonom klasik tentang factor-faktor yang menentukan tingkat kegiatan perekonomian. Kritik tersebut menunjukkan kelemahan atas pandangan ekonom klasik mengenai pemanfaatan tenaga kerja penuh (full employment) dan pertumbuhan ekonomi yang kuat sulit dicapai.
2.      Keynes berpendapat bahwa pengeluaran agregat yaitu pembelanjaan masyarakat atas barang dan jasa merupakan factor utama yang menentukan tingkat kegiatan ekonomi suatu Negara. Komponen pengeluaran agregat meliputi konsumsi rumah tangga, investasi, pengeluaran pemerintah dan ekspor. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan pemerintah dalam menciptakan tingkat pemanfaatan tenaga kerja penuh dan  pertumbuhan ekonomi yang tinggi.
ASPEK MIKRO
  • DEMAND for public goods:
  1. KONSUMEN/PUBLIK MENGHADAPI 2 JENIS BARANG/JASA: PUBLIK (PU) DAN PRIVAT(PR)
  2. U = F (PU , PR)
  3. KEDUANYA BISA SUBSTITUSI
  4. KONSUMEN MEMILIKI BL SEJUMLAH M
  5. PUBLIK AKAN MELAKUKAN OPTIMASI BERAPA KONSUMSI PU DAN PR.
  6. PENENTUNYA: PERUBAHAN HARGA PU, KUALITAS PU, PROSES PRODUKSI PU, PERUBAHAN KESUKAAN THD PU.
  • SUPPLY of PU
1. SUPPLY PU ADALAH KEPUTUSAN POLITIK SHG TERKAIT DENGAN ‘KEPENTINGAN/UTILITAS’ POLITISI (S)

2. U POLITISI = F ( PU , PR , S )

3. U PUBLIK ( PU , PR )

4. BUDGET LINE = p PU + tY £ M

5. t = [p PU] / Y

6. Proses interaksi antara publik dan politisi menghasilkan titik optimal penentuan output PU