Transfer antarpemerintah merupakan fenomena umum yang terjadi di semua negara di dunia terlepas dari sistem pemerintahannya. Tujuan utama implementasi transfer adalah untuk
menginternalisasikan eksternalitas fiskal yang muncul lintas daerah, perbaikan sistem
perpajakan, koreksi ketidakefisienan fiskal, dan pemerataan fiskal antardaerah.

1.FLYPAPER EFFECT

Fenomena flypaper effect membawa implikasi lebih luas bahwa transfer akan meningkatkan belanja pemerintah daerah yang lebih besar daripada penerimaan transfer itu sendiri (Turnbull, 1998). Fenomena flypaper effect dapat terjadi dalam dua versi (Gorodnichenko, 2001). Pertama merujuk pada peningkatan pajak daerah dan anggaran belanja pemerintah yang berlebihan. Kedua mengarah pada elastisitas pengeluaran terhadap transfer yang lebih tinggi daripada elastisitas pengeluaran terhadap penerimaan pajak daerah. flypaper effect dapat dijelaskan dengan ilusi fiskal.Bagi Oates, transfer akan menurunkan biaya rata-rata penyediaan barang publik (bukan biaya marginalnya). Namun, masyarakat tidak memahami penurunan biaya yang terjadi adalah pada biaya rata-rata atau biaya marginalnya. Masyarakat hanya percaya harga barang publik akan menurun. Bila permintaan barang publik tidak elastis, maka transfer berakibat pada kenaikan pajak bagi masyarakat. Ini berarti flypaper effect merupakan akibat dari ketidaktahuan masyarakat akan anggaran pemerintah daerah

2.FISCAL ILLUSION

khususnya masyarakat pemilih di daerah penerima transfer, mempercayai bahwa beban pajak
mereka ditanggung oleh yurisdiksi lain di luar daerah tersebut (dalam hal ini
adalah pemerintah pusat). Sehingga, mereka cenderung beranggapan bahwa
barang publik dibiayai oleh dana bantuan dari pemerintah pusat, dan pajak untuk
pembiayaan barang publik tersebut ditarik dari yurisdiksi lain. Oleh karena itu,
pengeluaran antara pendonor (pusat) dan penerima (daerah) akan timpang.

3. PERILAKU ASIMETRI PEMDA
peningkatan alokasi transfer dari pemerintah pusat
akan direspon oleh pemerintah daerah dalam bentuk peningkatan belanja daerah
yang lebih tinggi. Artinya, terdapat indikasi terjadi inefisiensi dalam belanja
pemerintah daerah, terutama belanja operasional, yang menyebabkan terjadinya
peningkatan belanja pemerintah daerah yang lebih tinggi dari periode
sebelumnya. Disisi lain, apabila terjadi penurunan alokasi transfer dari pemerintah
pusat kepada pemerintah kota dan kabupaten maka pemerintah daerah merespon
kebijakan tersebut dalam bentuk penurunan belanja daerah yang melebihi
penurunan Pendapatan Asli Daerah.
Flypaper effect maupun ilusi fiskal menunjukkan adanya indikasi pemborosan
oleh pemerintah daerah berkaitan dengan penggunaan dana transfer dari
pemerintah pusat. Jika terdapat perilaku yang bersifat asimetris seperti ini maka
tujuan efisiensi dalam penggunaan dana tidak berhasil dicapai.
4. FISCAL COMPETITION ANTAR PEMDA